Ikhtisar FGD: Prospek Pengembangan Budidaya Perikanan KJA yang Berkelanjutan di Danau Toba

Focus Group Discussion (FGD) telah dilaksanakan pada tanggal 10 Juli 2017 di Medan (Hotel Aston City Hall) dengan fasilitator Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI). Pusat Penelitian Limnologi diwakili oleh Dr. Lukman untuk memberikan masukan terkait pengembangan budidaya perikanan KJA yang berkelanjutan di Danau Toba. Ketua MAI sendiri, Prof. Rokhmin Dahuri, mengemukakan bahwa FGD ini merupakan bentuk kepedulian MAI terhadap kondisi terkait budidaya perikanan di Danau Toba. Beliau juga berharap bahwa solusi yang dihasilkan dalam FGD ini berbasis ilmu pengetahuan tanpa melibatkan kepentingan politik manapun. Kesimpulan sementara yang disampaikan oleh Ketua MAI antara lain: (1) pengelolaan KJA Danau Toba harus berkelanjutan dan terintegrasi dengan melibatkan masyarakat pelaku usaha KJA kecil; (2) perlu upaya bersama tanpa ego sektoral sebagai masukan mengenai penentuan kuota produksi lestari KJA Danau Toba. Rekomendasi yang dapat disimpulkan dari FGD yang telah diadakan yaitu: a. Perlu dibentuk tim review untuk melakukan studi pengembangan usaha budidaya perikanan KJA yang berkelanjutan yang lebih komprehensif (holistik) yang melibatkan berbagai sektor lain (pariwisata, lingkungan hidup, perikanan, kehutanan, pertanian dan perkebunan) dengan melakukan pembagian siapa dan melakukan apa sesuai dengan kewenangan masing-masing dengan di pimpin oleh sektor lingkungan hidup atau Perikanan. b. Status trofik perairan Danau Toba selalu dinamis di berbagai area dan dalam kurun waktu yang berbeda. Kedinamisan ini sulit untuk menentukan status trofik perairan Danau Toba secara umum. c. Perlu memiliki pandangan kebijakan holistik bukan ego sektoral dalam mewujudkan mimpi pengelolaan Danau Toba yang ideal (ramah lingkungan dan berkelanjutan) di masa mendatang. d. Perlu membangun kemitraan (sinergisitas) kerjasama transfer teknologi dan pasar dari perusahaan produksi perikanan budidaya KJA PT Aquafarm Nusantara dan PT Suri Tani Pemuka dan lainnya ke masyarakat KJA tradisional.