Keterlibatan dan Peran Masyarakat pada Pengawasan Layanan Air Bersih dan Sanitasi di Masa Pandemi


Cibinong,  Humas LIPI. Kesehatan lingkungan menjadi isu yang sangat penting, apalagi dalam konteks sekarang ini, kita menghadapi pandemi  yang berdampak pada berbagai hal. Saat pandemi , air menjadi penting sebagai penopang daya tahan dan imunitas tubuh. “Air merupakan komponen utama 70% di dalam tubuh manusia yang berfungsi  menjadi pelarut zat-zat gizi. Tentunya  air dengan kualifikasi tertentu juga berfungsi sebagai katalisator berbagai reaksi biologis, fasilitator tumbuhnya jaringan tubuh, pengatur suhu tubuh, penjaga keseimbangan PH asam basa dalam tubuh,” ungkap Prof. Ignasius DA Sutapa, M.Sc, Direktur Eksekutif Asia Pacific Center for Ecohydrology (APCE-LIPI) pada Rakornas Sanitasi Total Berbasis Masyarakat  ke-4 (14/11).

Dirinya menjelaskan air merupakan komponen penting dalam menghadapi pandemi karena untuk mematuhi protokol kesehatan secara preventif. “Protokol kesehatan dengan mencuci tangan, memakai sabun beberapa kali sehari,  cenderung meningkatkan kebutuhan air bersih. Kita  juga   membutuhkan air minimal 2 liter per hari untuk menjaga daya tahan tubuh,” tutur Ignas.   


Ignasius mengatakan, saat ini layanan air minum, sanitasi dan hygine menjadi tantangan kita bersama, karena ketersediaan air minum yang aman masih relatif rendah. Padahal kita memerlukan ketersediaan air yang cukup dan aman  agar daya tahan tubuh meningkat.

Di sisi lain, pemberlakuan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh pemerintah dalam rangka upaya melindungi  masyarakat berdampak pada pembatasan mobilitas pada akses sektor lain. “Hal ini mengakibatkan perlambatan ekonomi, bahkan ekonomi nasional mengalami stagnasi. Keterbatasan mobilitas PSBB sangat berpengaruh terhadap kegiatan sosial, ekonomi dan penghasilan masyarakat termasuk kemampuan akses terhadap sumber air dan sanitasi, “ terang Ignas.

“Peran dan keterlibatan  masyarakat dalam kolaborasi dan aksi sangat penting Masyarakat semestinya tidak hanya dijadikan objek tetapi masyarakat menjadi pelaku utama. Masyarakat diharapkan mampu dalam mendukung pelaksanaan pengawasan layanan air minum dan sanitasi di wilayahnya serta  berperilaku hidup bersih dan sehat.”pungkas Ignas. (YLI dan SL)