Air Minum Untuk Masyarakat di Era Pandemik Covid-19



Cibinong, Humas LIPI. Salah satu kunci ketahanan tubuh terhadap virus Covid-19 adalah daya tahan tubuh atau imunitas dalam menahan paparan covid-19 menjangkiti tubuh manusia. Ketersediaan asupan gizi yang seimbang yang cukup serta dukungan air minum dan sanitasi yang sehat sangat menentukan terbangunnya imunitas. “Kita perlu mempersiapkan normal baru karena vaksin belum ditemukan dan memerlukan proses waktu untuk menggunakannya, “ujar Dr. L.T. Handoko selaku Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada Webinar “Layanan Air Minum dan Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19” (22/5).

Handoko mengatakan walaupun LIPI dengan Kementerian Kesehatan melalui Badan Litbang Kesehatan (Balitbangkes) sudah  bekerjasama mengembangkan obat dan vaksin, tetapi  untuk menjaga imunitas diperlukan daya tahan tubuh dari makanan bergizi dan air minum sehingga ketersediaan air minum dan sanitasi yang sehat harus dapat dinikmati masyarakat umum karena belum semua masyarakat dapat menikmati air bersih sesuai standar yang berlaku. “Di era pandemik ini perlu memikirkan kembali menjamin ketersediaan air minum yang sehat untuk jangka panjang secara berkelanjutan kepada masyarakat,” tegasnya.

Dirinya mengharapkan webinar yang diselenggarakanatas kerjasama  berbagai pihak ini diharapkan dapat menjadi media untuk memahami pola konsumsi air minum dari masyarakat. “Kalo perlu dapat mengubah  untuk menyesuaikan dengan normal baru dimana kita harus hidup bersama covid-19,” tutur Handoko.

Handoko menyampaikan, LIPI bersama yang lain dapat segera mengembangkan berbagai inovasi, sistem dan teknologi untuk mendukung percepatan pemenuhan layanan air minum sesuai standar yang berlaku secara berkelanjutan tidak hanya saat pandemik tetapi tetap berlanjut. “Kita dapat membuat proses bisnis yang terkait pengelolaan air minum yang dapat  menjamin ketersediaan seluruh masyarakat Indonesia, juga tersedianya air baku di setiap musim juga sangat penting. Selain itu kita juga dapat memberikan sosialisasi, pemahaman dan juga perilaku hemat air kepada seluruh lapisan masyarakat,” imbuhnya.

Prof. Dr. Ignasius D.A. Sutapa, MSc. selaku Direktur Eksekutif Asia Pacific Center for Ecohydrology (APCE) menerangkan, air merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi sedangkan cakupan layanan air minum di Indonesia kurang memadai. “Dengan memahami siklus air akan membantu upaya pemanfaatan dan pengelolaan air dengan bijaksana,” terangnya.

Dirinya mengungkapkan, inovasi teknologi, seperti IPAG60, sangat diperlukan untuk mendukung pemenuhan layanan air minum khususnya di daerah marginal seperti di wilayah dengan air baku gambut,” jelasnya. “ Terjangan wabah Covid -19 tidak hanya berpengaruh pada usaha, penyedia air minum dan air bersih, dan air minum dalam kemasan namun berpengaruh juga terhadap pengelolaan dan pemanfaatan air untuk mendukung kehidupan,” tutup Ignas pada Webinar yang diselenggarakan LIPI melalui Asia Pacific Centre for Ecohydrology (APCE) – UNESCO Category II Centre/LIPI dan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusbindiklat) LIPI. (yo ed sl)